Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi 3,7 persen dari prediksi April sebesar 4,4 persen menyusul peningkatan

 


Jakarta (POKROL) - Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi 3,7 persen dari prediksi April sebesar 4,4 persen menyusul peningkatan kasus varian Delta COVID-19 belakangan ini.

"Kemampuan pemerintah untuk menerapkan strategi cerdas itu penting. Metode 3T dapat mengatasi varian Delta yang sangat menular," kata Kepala Ekonom Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik, Aaditya Mattoo, dalam briefing di Jakarta, Selasa.

Menurut Mattoo, program vaksinasi merupakan kunci untuk memulihkan perekonomian tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara-negara lain di kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Dalam beberapa bulan ke depan, cakupan vaksinasi akan mencapai 60 persen dari populasi di banyak negara, seperti Indonesia dan Filipina, yang diprediksi mencapai target pada paruh pertama tahun 2022, tambahnya.

“Mudah-mudahan pada pertengahan tahun depan Indonesia dan Filipina bisa mencapai target tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut Mattoo menjelaskan bahwa pencapaian target vaksinasi akan menandakan bahwa mobilitas masyarakat sudah siap untuk dimulai kembali sehingga perekonomian dapat normal dan pulih kembali.

Namun, ia memperingatkan bahwa vaksinasi saja tidak akan cukup karena ada negara yang memiliki jumlah orang yang divaksinasi tinggi, tetapi ekonomi mereka masih sangat terpengaruh.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar pengujian, penelusuran, dan isolasi (3T) terus dilakukan oleh pemerintah dan meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Bank Dunia juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 sebesar 5,2 persen, ujarnya. Sedangkan pada 2023 bisa mencapai 5,1 persen, tambahnya.

“Pertumbuhan itu bisa meningkat sekitar 4,5-5 persen dalam beberapa tahun ke depan, didukung oleh kebijakan ekonomi makro,” jelasnya.

Selain vaksinasi, kata Mattoo, pertumbuhan ekonomi juga dapat dicapai melalui upaya lain, yaitu mendukung kebijakan makroekonomi, reformasi, dan undang-undang baru.

“UU yang baru juga menjadi alasan kami optimistis,” ujarnya. (Ant)

Pokrol

Pokrol

Pokrol Indonesia

Post A Comment:

0 comments:

Thank you for your kind comment, we really appreciate it.