Gempa bumi dengan berkekuatan 5,0 skala Richter mengguncang barat laut Pulau Sumba di provinsi Nusa Tenggara Timur Indonesia

 

Pusat titik gempa bumi berkekuatan 5,0 skala Richter mengguncang barat laut Pulau Sumba di provinsi Nusa Tenggara Timur Indonesia (1 Januari 2021)

POKROL - Gempa bumi dengan berkekuatan 5,0 skala Richter mengguncang barat laut Pulau Sumba di provinsi Nusa Tenggara Timur Indonesia pada Jumat pagi 1 Januari 2021, tetapi tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Episenter terletak pada koordinat 9,27 LS dan 119,03 BT tepatnya di laut pada jarak 21 km arah Barat Laut Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya, NTT dengan kedalaman hiposenter 83 km

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan segera diterimanya laporan korban jiwa dan kerusakan pascagempa yang tercatat sebagai kejadian pertama di kawasan itu pada hari pertama tahun 2021.

BMKG mengumumkan Gempa yang berpusat di sekitar 21 kilometer (km) dari barat laut Tambolaka, ibu kota Kabupaten Sumba Barat Daya, di kedalaman 83 km, memicu ketakutan dan kepanikan di antara beberapa warga yang mengungsi dari rumahnya.

BMKG memastikan gempa juga bisa dirasakan oleh warga di beberapa wilayah lain di Nusa Tenggara Timur dan provinsi tetangganya, Nusa Tenggara Barat, seperti Waingapu, Waikabubak, dan Bima.

Hingga pukul 7.00 pagi waktu setempat, tidak ada gempa susulan yang dilaporkan setelah gempa pertama, tetapi yang di Pulau Sumba disarankan untuk tetap waspada, karena BMKG sering mencatat aktivitas seismik yang signifikan di daerah tersebut.

Badan tersebut menyatakan bahwa gempa berkekuatan 6,0 SR yang mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Timur pada 1 Oktober 2018 lalu menyebabkan kerusakan beberapa rumah dan melukai banyak orang.

Gempa berkekuatan 6,3 skala Richter kembali melanda wilayah kabupaten tersebut pada 2 Oktober 2018 yang menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah lainnya.

Gempa bumi secara teratur mengguncang berbagai wilayah Indonesia karena negara itu terletak di Sabuk Sirkum-Pasifik, juga dikenal sebagai Cincin Api, di mana beberapa lempeng tektonik bertemu dan menyebabkan aktivitas vulkanik dan seismik yang sering terjadi.

Salah satu gempa paling mematikan yang melanda kawasan timur Indonesia terjadi di beberapa wilayah Provinsi Sulawesi Tengah pada 28 September 2018.

Gempa berkekuatan 7,4 skala Richter yang diikuti tsunami yang melanda wilayah Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Paringi Moutong, dan Sigi pada 28 September 2018, merenggut 2.102 nyawa, melukai 4.612 orang, dan menyebabkan 680 orang hilang.

Sebanyak 68.451 rumah rusak berat, sementara 78.994 orang mengungsi.

Pihak berwenang dan pekerja kemanusiaan memutuskan untuk mengubur sejumlah besar mayat membusuk di kuburan massal.

Sedangkan kerugian materiil akibat bencana kembar maut itu diperkirakan mencapai Rp15,29 triliun.

Ibukota provinsi Palu menanggung beban paling berat dari bencana tersebut, dengan kerusakan dan kerugian material tercatat sebesar Rp7,6 triliun, atau 50 persen dari total perkiraan, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kerusakan dan kerugian materiil di Kecamatan Sigi tercatat sebesar Rp4,9 triliun atau 32,1 persen; Kabupaten Donggala sebesar Rp2,1 triliun atau 13,8 persen; dan Kecamatan Parigi Moutong sebesar Rp631 miliar atau 4,1 persen.

Kerusakan material di empat wilayah terdampak diperkirakan mencapai Rp13,27 triliun, sedangkan kerugian materiil dilaporkan sekitar Rp2,02 triliun, kata badan tersebut pada Oktober 2018. (Ant)

Post A Comment:

0 comments:

Thank you for your kind comment, we really appreciate it.