Page Nav

HIDE

Post Snippets

FALSE
HIDE_BLOG
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Indonesia kecam keras pembakaran Alquran di Eropa

  Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi POKROL , Jakarta - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengecam keras pembakaran Al Quran di bebera...

 

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi


POKROL, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengecam keras pembakaran Al Quran di beberapa negara Eropa, hal ini disampaikan  Jokowi saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Hissein Brahim Taha di Jakarta, Senin.

“Bersama Sekjen OKI, Bapak Presiden (Widodo) mengutuk keras pembakaran Al-Quran dan mereka berdua sepakat bahwa Islamophobia harus diberantas,” ungkap Menlu Retno Marsudi usai pertemuan.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia telah memanggil duta besar Denmark dan Swedia di Jakarta untuk menyampaikan kecamannya atas tindakan lanjutan yang melibatkan pembakaran atau penodaan Alquran di kedua negara.

Pemerintah Denmark dan Swedia mengutuk pembakaran kitab suci umat Islam dan sedang mempertimbangkan undang-undang baru yang dapat mencegah insiden semacam itu.

Dalam pertemuannya, Presiden Widodo dan Sekjen OKI Taha juga membahas sejumlah isu, antara lain akses pendidikan bagi perempuan dan anak di Afghanistan.

Sekretaris Jenderal OKI memuji Indonesia atas upayanya membantu perempuan dan anak-anak Afghanistan mendapatkan akses ke pendidikan.

Indonesia juga mengatakan akan mengirimkan vaksin polio untuk membantu Afghanistan menangani wabah polio.

“Sekjen OKI juga mengapresiasi peran aktif para ulama Indonesia. Kami ikut aktif dalam kunjungan ulama OKI ke Afghanistan tahun lalu dan tahun ini kami rencanakan akan ada kunjungan kedua ulama OKI, yang juga akan diikuti oleh Indonesia, " kata Retno.

Taha juga menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan Indonesia kepada pengungsi Rohingya yang masuk ke wilayah negara tersebut.

“Sekjen OKI berharap Indonesia terus menyuarakan kepentingan Rohingya di forum ASEAN,” kata Retno.

OKI juga meminta Indonesia untuk meningkatkan pemberian beasiswa bagi negara-negara Afrika.

Sementara itu, Presiden Widodo menyampaikan harapan agar OKI terus memimpin dalam memperjuangkan kepentingan dunia Islam.

“Dan tentunya posisi ini merupakan posisi yang sangat strategis bagi OKI, dan diharapkan OKI dapat menjadi kekuatan positif di dunia yang sangat tidak menentu ini,” kata Retno. 


Temukan berita dan konten POKROL lainnya di Google News.

Tidak ada komentar

Thank you for your kind comment, we really appreciate it.