Page Nav

HIDE

Post Snippets

FALSE
HIDE_BLOG
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

MPR Minta Pemerintah pantau WNI yang terkena dampak kerusuhan Prancis

  Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Bambang Soesatyo. POKROL , Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat...

 

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Bambang Soesatyo.

POKROL, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo meminta pemerintah memantau warga negara Indonesia yang terkena dampak kerusuhan yang terjadi  di Prancis sejak 29 Juni 2023, melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris.

Bambang Soesatyo juga meminta Kementerian Luar Negeri untuk memperbaharui data WNI di Prancis agar keberadaannya dapat terpantau dan terjamin keamanannya di tengah kerusuhan yang terjadi.

"Kami meminta pemerintah untuk terus memantau dan mendapatkan informasi terbaru melalui saluran resmi pemerintah Prancis," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin 3 Juli 2023.

Ia mengimbau warga untuk segera menghubungi nomor perlindungan WNI Kementerian Dalam Negeri jika terjadi situasi darurat.

Ia juga mengimbau kepada KBRI Paris untuk terus mengimbau WNI di negara Eropa agar tetap waspada dan menghindari tempat demonstrasi serta lokasi rawan kerusuhan.

Dia mendesak pemerintah Indonesia untuk menjaga komunikasi dengan perwakilan pemerintah Prancis setempat untuk memastikan bahwa semua warga negara Indonesia aman dan sehat.

"Kami juga ingin menyarankan pemerintah untuk mempertimbangkan melakukan upaya evakuasi jika situasi berkepanjangan dan memburuk yang dapat mengancam keamanan dan keselamatan warga negara kami," katanya.

Dalam keterangannya, ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah Prancis segera menghentikan kerusuhan yang telah berlangsung beberapa hari ini, sehingga keamanan dan kondusifitas negara kembali pulih.

Kerusuhan pecah di seluruh Prancis pada 29 Juni menyusul penembakan seorang anak berusia 17 tahun oleh seorang petugas polisi. Kerusuhan meluas ke tempat lain di pusat kota Paris, mengakibatkan 2.500 bangunan dan 1.350 kendaraan terbakar serta aksi penjarahan.


Temukan berita dan konten POKROL lainnya di Google News.

Tidak ada komentar

Thank you for your kind comment, we really appreciate it.