Emir Moeis (Ketua Umum) dan Williem Tutuarima (Ketua Dewan Pembina) dari Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) menghadiri Rakernas bersama 23 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dari seluruh Indonesia. (dok: GPM)

POKROL.com, Semarang - Organisasi massa Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) menggelar Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) di Hotel Patra Semarang Jawa Tengah pada . Rakernas yang dihadiri oleh 23 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dari seluruh Indonesia ini secara aklamasi mengangkat Ir. Izedrik Emir Moeis, M.Sc. menjadi Ketua Umum dan Williem Tutuarima menjadi Ketua Dewan Pembina DPP GPM hingga dilaksanakannya kongres GPM berikutnya.

Didaulatnya dua Pendekar Nasionalis yang notabene merupakan anggota PNI tersebut diharapkan mampu membawa angin segar terhadap gerakan marhaenis yang lebih progresif revolusioner di tengah maraknya politik identitas yang berbahaya bagi bangsa Indonesia dan juga mampu untuk terus eksis di zaman generasi Z tanpa meninggalkan semangat dan Ideologi yang telah dibangun oleh Bung Karno selaku Bapak Marhaenisme Indonesia.

Ketua Umum GPM terpilih, Emir Moeis mengatakan bahwa tugas dari pengurus yang baru tersebut selain mempersiapkan kongres GPM kedepan, melengkapi kepengurusan DPP dan tak kalah penting adalah melakukan konsolidasi organisasi GPM seluruh Indonesia dan sekaligus menyusun program strategis yang mempu menterjemahkan  ideologi  gerakan marhaenis didalam praktek kehidupan generasi muda Indonesia ke depan.

“Setelah ini kami akan menyusun program strategis yang mampu menterjemahkan  ideologi  Gerakan Marhaenis di dalam praktik kehidupan generasi muda Indonesia kedepannya,” ungkap Emir Moeis dalam keterangan pers, Minggu (13/11). 

Sementara itu, Williem Tutuarima menegaskan, Rakernas GPM kali ini menjadi momentum penting untuk konsolidasi organisasi, meneguhkan ideologi perjuangan dan merumuskan strategi dalam mewujudkan cita-cita organisasi. 

“Kami akan membuat organisasi ini mampu untuk terus eksis di zaman generasi Z tanpa meninggalkan semangat dan Ideologi yang dibangun oleh Bung Karno selaku Bapak Marhaenisme Indonesia,” terang Williem. 

Sebagaimana diketahui, GPM didirikan pada 31 Mei 1947 dengan nama Pemuda Demokrat. Pada  Kongres ke IX Pemuda Demokrat pada 1963 di Solo, organisasi pemuda ini berubah nama menjadi Gerakan Pemuda Marhaenis disingkat GPM hingga saat ini. 

Perubahan nama ini dapat dibaca sebagai bagian langkah dari konsolidasi Partai Nasional Indonesia (PNI), karena GPM mempertegas relasi ideologi dan organisasi dengan partai terbesar saat itu.

Dalam susunan kepengurusan GPM terdiri dari William Tutuarima (Ketua Dewan Pembina, Izedrik Emir Moeis (Ketua Umum), Satyo (Sekretaris), Yayuk (Bendahara), Febri (Wakil), Yuhastihar (Kabid OKK),  Afwan Maksum (Wakil Kabid OKK), Sigit (Kabid Politik), Agus Wijayanto (Kabid Program) dan Riffa (Wakil Kabid Program). (Pc/05)

Pokrol

Pokrol

POKROL.com

Post A Comment:

0 comments:

Thank you for your kind comment, we really appreciate it.