Page Nav

HIDE

Post Snippets

FALSE
HIDE_BLOG
{fbt_classic_header}

Breaking News:

latest

Indonesia Tingkatkan Kerja Sama Saling Menguntungkan dengan Amerika Serikat

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken (kiri) dan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (kanan) pada pertemuan di Jakarta,...

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken (kiri) dan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (kanan) pada pertemuan di Jakarta, 14 Desember  2021. (Olivier Douliery/Pool Photo AP).

Jakarta (POKROL) - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan serta saling menghormati. 

“Amerika Serikat adalah mitra strategis Indonesia. Dengan beberapa nilai yang dimiliki oleh kedua negara, diyakini kemitraan strategis yang konkrit akan terus diperkuat," ungkap  Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi saat memberikan keterangan pers bersama Menlu AS Antony Blinken di Jakarta, Selasa 14 Desember 2021.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menandatangani tiga nota kesepahaman (MoU) di bidang maritim, pendidikan, dan Program Peace Corps yang digagas AS untuk meningkatkan people-to-people contact.

Perpanjangan MoU kerja sama maritim yang berlaku sampai dengan tahun 2026, mencakup kerja sama di bidang keamanan maritim, sumber daya kelautan, konservasi dan pengelolaan perikanan, serta keselamatan dan navigasi maritim.

“Sementara untuk memperkuat kerja sama di bidang keamanan, kita sepakat untuk membentuk mekanisme dialog 2+2 antara Kemlu dengan Kemhan di tingkat pejabat senior,” tegasnya.

Indonesia dan AS juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi.

Angka perdagangan bilateral Indonesia-AS mencapai US$29,6 miliar (sekitar Rp424 triliun) selama periode Januari-Oktober 2021, meningkat 33,9 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Pada tahun 2020, investasi AS di Indonesia tercatat sebesar US$749,7 juta (sekitar Rp10,7 triliun). Sementara itu, selama periode Januari-September 2021, nilai investasi mencapai US$1,3 miliar (sekitar Rp18,6 triliun), meningkat 73 persen dalam kurun waktu sembilan bulan.

“Indonesia juga menyampaikan harapan agar AS terus memberikan fasilitas GSP. Peluang investasi di Indonesia sangat terbuka lebar di bidang kesehatan, digital, dan transisi energi,” kata Marsudi.

Menteri merujuk pada Generalized System of Preferences (GSP), khususnya program pembebasan tarif bea masuk yang diberikan AS untuk negara berkembang.

Sebagai tindak lanjut dari Supply Chain Summit di Glasgow, konferensi tingkat tinggi yang dihadiri oleh Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) atas undangan Presiden AS Joe Biden, Indonesia mengusulkan pembentukan Supply Chain Task Force.

Di bidang pembangunan, Indonesia mengapresiasi komitmen AS dalam Millennium Challenge Corporation (MCC) Compact-2 untuk proyek pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya pembangunan ekonomi hijau, digitalisasi, akses pendanaan serta kesetaraan gender, dan pendanaan untuk UMKM perempuan.

Dalam pertemuan bilateral dengan Blinken, Marsudi memuji dukungan AS untuk Indonesia di masa pandemi COVID-19, termasuk sumbangan 25,4 juta dosis vaksin yang diberikan AS kepada Indonesia melalui Fasilitas COVAX.

Menkeu juga berharap dalam jangka panjang, kedua negara dapat mengembangkan kerjasama untuk pengembangan vaksin teknologi mRNA.

Kunjungan Blinken ke Indonesia pada 13-14 Desember 2021 bertujuan untuk menegaskan kemitraan strategis RI-AS dan pentingnya kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Agendanya di Jakarta antara lain pertemuan dengan Presiden Jokowi dan Menteri Marsudi serta menyampaikan pidato tentang kebijakan AS di Universitas Indonesia. (Ant)

Tidak ada komentar

Thank you for your kind comment, we really appreciate it.