Pekanbaru Riau POKROL Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) ditemukan tewas di Desa Tanjung Leban Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau
Seekor harimau sumatera ditemukan mati di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Pekanbaru, Riau (POKROL) - Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) ditemukan tewas di Desa Tanjung Leban, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, dengan kaki kiri depan terjerat kawat.

Plt Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Fifin Arfiana Jogasara mengatakan di sini, Minggu, pihaknya telah menerima informasi dari seorang warga setempat yang bekerja di ladang dekat lokasi.

"Petani melaporkan temuannya ke Polsek Bukit Batu, yang kemudian diteruskan ke BBKSDA Riau. Tim dari dinas sudah diturunkan ke lokasi untuk identifikasi awal," kata Jogasara.

Menurut tim, mayat harimau itu ditemukan di lahan budidaya di dalam kawasan hutan produksi konversi (HPK), sekitar 21,85 kilometer dari Suaka Margasatwa Bukit Batu.

"Harimau betina itu dievakuasi ke Pekanbaru untuk dilakukan nekropsi guna mengetahui penyebab kematiannya dan memperkirakan waktu kematiannya," katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak memasang jebakan dengan alasan apapun karena akan merugikan satwa, termasuk satwa yang dilindungi, dengan alasan melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Yang dengan sengaja melanggar hukum diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta, sedangkan yang lalai diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp50 juta,” kata Jogasara.

Harimau sumatera adalah satu-satunya spesies harimau yang masih hidup, karena negara ini telah kehilangan dua sub-spesies harimau hingga punah: harimau Bali yang punah pada tahun 1937 dan harimau Jawa pada tahun 1970-an.

Harimau Sumatera, yang terkecil dari semua spesies harimau, saat ini terancam punah dan hanya ditemukan di Pulau Sumatera, pulau terbesar kedua di Indonesia.

Harimau berada di ambang kepunahan karena penggundulan hutan, perburuan liar, dan konflik antara hewan liar dan masyarakat lokal karena habitat mereka yang semakin berkurang.

Jumlah pasti harimau sumatera yang tersisa di alam tidak jelas, meskipun perkiraan terbaru berkisar antara di bawah 300 hingga mungkin 500 di 27 lokasi, termasuk di Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Tesso Nilo, dan Taman Nasional Gunung Leuser. (Ant)

Pokrol

Pokrol

Pokrol Indonesia

Post A Comment:

0 comments:

Thank you for your kind comment, we really appreciate it.