Gempa Sulawesi Tengah memaksa pasien COVID-19 yang dirawat di lantai tiga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Poso, untuk tetap berada di luar ruangan
Peta gempa Sulawesi Tengah, Selasa (27/7/2021).

Jakarta (POKROL) - Puluhan orang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi karena khawatir akan terjadi tsunami menyusul gempa kuat yang mengguncang Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Senin malam.

"Warga Kecamatan Togean terlihat mengungsi. Warga di pesisir pantai sudah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi," kata Pj Kepala Pusat Data dan Komunikasi Informasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dalam keterangan tertulis yang dirilis. pada hari Senin.

Hingga Senin malam, BNPB belum menerima laporan kerusakan material.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tojo Una-Una mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik pascagempa dahsyat, kata Muhari.

BPBD juga telah meminta penduduk setempat untuk melaporkan setiap kerusakan material, cedera, atau kematian, kata Muhari.

BNPB juga menerima laporan situasi terkini di beberapa kabupaten, antara lain Morowali Utara, Pohuwato, Banggai, dan Poso, pascagempa.

BPBD Kabupaten Morowali Utara melaporkan gempa tersebut dirasakan kuat oleh beberapa warga sekitar. Sementara itu, kondisi di Kabupaten Banggai sudah kembali normal tanpa ada laporan kerusakan material.

Gempa tersebut dirasakan secara luas oleh warga Kabupaten Poso. Getaran tersebut memaksa pasien COVID-19 yang dirawat di lantai tiga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Poso, untuk tetap berada di luar ruangan.

Gempa juga terasa kuat di Kecamatan Bintauna, Kaidipang, Pinogaluman, Bol Itang Baat, dan Bol Itang Timur di Kecamatan Bolaang Mongondow Utara, kata Muhari.

Gempa berkekuatan 6,5 skala Richter mengguncang Semenanjung Minahasa, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Senin malam, meski tidak mengeluarkan peringatan tsunami, demikian laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pusat gempa yang terjadi pada pukul 19.02 WIB. WIB (Waktu Indonesia Barat), terletak di laut, sekitar 59 kilometer timur laut Tojo Una-Una, pada kedalaman 10 kilometer, menurut badan tersebut.

Gempa berkekuatan 5,9 skala Richter juga melanda distrik tersebut pada hari sebelumnya.

BMKG melaporkan, gempa yang terjadi pada pukul 10.52 WIB itu berpusat di 55 kilometer timur laut Kabupaten Tojo Una-Una pada kedalaman 10 kilometer.

“Itu adalah gempa dangkal yang disebabkan oleh deformasi akibat sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa tersebut memiliki mekanisme sesar normal,” kata Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangannya, Senin.

Sulawesi Tengah telah menanggung beban gempa berkekuatan 7,4 pada 28 September 2018.

Gempa kuat yang diikuti tsunami dan likuifaksi tanah di Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, telah menelan korban jiwa 2.102 jiwa, melukai 4.612 orang, dan menyebabkan 680 lainnya hilang.

Sebanyak 68.451 rumah mengalami kerusakan parah, sementara 78.994 orang mengungsi akibat gempa. (Ant)

Pokrol

Pokrol

Pokrol Indonesia

Post A Comment:

0 comments:

Thank you for your kind comment, we really appreciate it.