Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pada pers.

POKROL - Jakarta, Indonesia menduduki peringkat ke sembilan di antara negara yang telah melakukan vaksinasi terhadap warganya terhadap penyakit virus korona (COVID-19), kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Indonesia juga menempati peringkat keempat dalam hal inokulasi yang dilakukan oleh negara daripada produsen vaksin, kata menteri dalam pernyataan tertulis yang dirilis pada hari Rabu (15 April 2021).

Menurut Hartarto, sebanyak 15,6 juta dosis vaksin sudah diberikan kepada masyarakat hingga 13 April 2021.

Lebih lanjut, Menkeu mengatakan beban kasus COVID-19 di negara tersebut relatif lebih rendah dari rata-rata global karena penerapan kebijakan pembatasan sosial skala mikro (PPKM).

“Kebijakan pembatasan sosial skala mikro terbukti efektif (dalam membendung penularan COVID-19) karena adanya tren penurunan jumlah kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi di hampir semua provinsi, termasuk Jakarta,” tandasnya.

Berita terkait: Vaksin Cina sesuai dengan kemanjuran di atas ambang batas yang ditetapkan WHO: IDI

Persentase kasus aktif di Indonesia saat ini mencapai 6,9 persen, jauh di bawah rata-rata global yang sebesar 17,35 persen, kata menteri.

Laju pemulihan negara yang tercatat 90,4 persen juga lebih tinggi dari angka pemulihan global yang mencapai 80,46 persen, kata Hartarto.

Hasil positif yang dicapai dalam penanganan pandemi COVID-19 berdampak pada perekonomian nasional yang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, termasuk di sektor-sektor yang berkontribusi terhadap produk domestik bruto, seperti industri manufaktur, konstruksi, dan perdagangan.

Sementara itu, beberapa sektor lain seperti teknologi informasi dan komunikasi, kesehatan, pertanian, dan pendidikan masih mampu bertahan dalam situasi sulit dan mencatatkan pertumbuhan yang signifikan.


Pemerintah: Lebih dari 10,2 juta orang Indonesia divaksinasi

Umat ​​Muslim Indonesia menyambut baik bulan puasa Ramadhan pada hari Selasa bahkan ketika program vaksinasi nasional terus berjalan dengan target menginokulasi 40.349.049 warga hingga Juni tahun ini.

Menurut gugus tugas COVID-19 pemerintah Indonesia, setidaknya 10.261.791 WNI telah diinokulasi untuk melawan virus corona pada 12 April 2021.

Dari jumlah tersebut, 5.310.739 orang telah mendapatkan suntikan vaksin kedua.

Berbicara mengenai imunisasi selama bulan Ramadhan, juru bicara Program Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan bahwa puasa tidak akan mengganggu program vaksinasi COVID-19.

"Pemberian vaksinasi dilakukan pada siang hari. Alternatif waktu vaksinasi adalah pada malam hari dengan kondisi tertentu," ujarnya dalam webinar tentang vaksinasi selama Ramadhan, berawal dari Jakarta, Selasa.

Indonesia telah berjuang untuk memenangkan perang melawan pandemi COVID-19 sejak Maret tahun lalu.

Untuk membendung penyebaran penyakit tersebut, pemerintah telah menggulirkan program vaksinasi secara nasional sejak 13 Januari tahun ini.

Menurut Kementerian Kesehatan, dibutuhkan waktu sekitar 15 bulan untuk memvaksinasi sekitar 181,5 juta orang di bawah program nasional.

Jangka waktu pelaksanaan vaksinasi dimulai dari Januari 2021 hingga Maret 2022.

Dalam kurun waktu tersebut, pemerintah menargetkan dapat menyuntik sekitar 181,5 juta orang, termasuk 1,3 juta tenaga paramedis dan 17,4 juta pekerja sektor publik di 34 provinsi.

Program imunisasi pemerintah tahap pertama dibagi menjadi dua periode: Januari-April 2021 dan April 2021-Maret 2022.

Bahkan di tengah peluncuran vaksin, Indonesia tetap berada dalam cengkeraman pandemi virus korona, yang telah mempengaruhi negara-negara secara global.

Pada awal pekan ini, Indonesia mencatat 4.829 kasus positif baru, yang menjadikan penghitungan virus korona negara menjadi 1.571.824 kasus sejak pemerintah secara resmi mengumumkan kasus pertama yang dikonfirmasi pada 2 Maret 2020.

Pandemi virus Corona telah melanda kesehatan masyarakat dan ekonomi di Indonesia, bahkan melumpuhkan beberapa sektor, seperti perjalanan dan pariwisata.

Untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata, pemerintah Indonesia berencana menerapkan gelembung perjalanan.

Pada tahap pertama implementasinya, gelembung perjalanan antara Indonesia dan Singapura akan berlangsung antara Singapura dan Bintan, Kepulauan Riau. (Ant)

Post A Comment:

0 comments:

Thank you for your kind comment, we really appreciate it.